yume ga areba michi wa aru

sebesar apapun mimpimu pasti ada jalan keluarnya

Gladian Panji Geografi ditutup SBY

2 Komentar

Dalam rangka peringatan sumpah pemuda ke 80 tahun, Wanadri bersama Kopassus, Masyarakat Geografi Indonesia, Bakosurtanal, Mitigasi Bencana ITB, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi yang didukung oleh Menegpora dan Menkokesra mengadakan Gladian Panji Geografi. Yaitu suatu volunteer camp atau pelatihan mengenai tanggap darurat bencana alam. Peserta berasal dari seluruh wilayah Republik Indonesia terdiri dari 687 peserta, terdiri dari 600 pemuda dan 87 pemudi yang mewakili 26 provinsi dari Sumatera sampai dengan Papua, sebagian besar berasal dari perhimpunan pencinta alam, adapun Menwa dan LSM pun tak ketinggalan mengikuti acara ini.

SBY berfoto bersama perwakilan propinsi

Acara ini berlangsung sejak tanggal 28 Oktober hingga 1 November 2008 bertempat di Situ Lembang – Pusat pelatihan Kopassus yang terletak di kawah purba Gunung Sunda atau lebih tepatnya berada di sebelah barat Gunung Tangkuban Perahu. Adapun materi yang didapat meliputi Kondisi Geografi Indonesia, Pemetaan Wilayah bencana, Pandangan Umum Tentang bencana, Upaya Mitigasi dan Penanganan, Pemahaman Karakteristik Bencana, Sistem Komunikasi, Organisasi Kebencanaan dan Koordinasi, Fasilitas Pendukung Tanggap Bencana, Operasi tanggap bencana. Materi kelas diimbangi dengan materi praktek di lapangan berupa P2GD atau Pertolongan Pertama Gawat Darurat, Penyelamatan di Air (Water Rescue), Penyelamatan di ketinggian (Vertical Rescue) dan Penyelamatan di hutan ( Jungle rescue). Selain Kegiatan Rescue di atas, peserta melakukan simulasi Pos Komando dan Kendali Bencana alam dan Pembangunan Camp site. Organisasi yang harus ada di Pos komando sendiri tentunya harus ada Ketua poskodal, Komunikasi, Logistik, Administrasi, Operasional dan Medis. Dalam Campsite sendiri harus terdapat fasilitas untuk Sekretarian Poskodal, Medis, dan Komunikasi. Didalam simulasi campsite, peserta melakukan pendirian tenda peleton, yang dilengkapi dengan perlengkapan untuk sekretariat seperti kursi meja, peta lokasi, data pengungsi, korban, sedangkan kelengkapan komunikasi berupa HT, rig SSb, antena, genset serta lampu, dan untuk Medis berupa veldbed.

Dalam membangun tenda peleton yang harus diperhatikan pertama kali adalah pengecekan kelengkapan alat-alat, seperti tiang – pasak – tiang samping, kemudian langkah yang dilakukan adalah menggelar tenda, menentukan arah angin yang juga berfungsi untuk menentukan ke arah mana tenda akan ditarik. Untuk menarik dan mendirikan tenda dan memasang patok minimal dibutuhkan 8 orang, masing2 4 orang di tiap sisi. Pengecekan ke dalam tenda yang setengah berdiri dilakukan untuk melihat tiang dalam, apakah lurus atau tidak. Pemasangan tiang samping dapat dilakukan dengan 2 tiang 1 tali atau 1 tiang 1 tali.

cimg8617

Selain itu untuk menambah kecintaan pada tanah air dan bangsa, Kopassus, Wakasad Letjen Suryo Prabowo dan bahkan Presiden SBY berkenan memberi pembekalan kurang lebih mengenai Wawasan Kebangsaan. Presiden juga menegaskan bahwa bangsa ini harus menyadari bencana yang dapat terjadi di Indonesia dan mengajak untuk mengurangi dampak yang terjadi. “Mari lakukan segala upaya untuk mitigasi bencana, mulai dari konstruksi rumah, bangunan kota, di mana ada patahan-patahan lempeng atau secara historis itu rawan bencana,” ujarnya. Di akhir pembekalannya Presiden dan Ibu negara berkenan untuk berfoto bersama PANJI dari tiap perwakilan propinsi. Selain itu juga melihat foto-foto hasil kegiatan Gladian Panji Geografi.
Kegiatan Water Rescue terbagi menjadi 3 bagian, Evakuasi dengan Penyebrangan kering, modern raft (Hovercraft, river boat, kayak, malibu), dan Traditional Raft. Traditional Raft merupakan rakit yang dibuat dengan benda seadanya seperti bambu, drum, botol mineral, aqua galon dll. Setelah membuat rakit dari bahan yang ada, peserta melakukan penyelamatan korban dengan menggunakan rakit tersebut.

Traditional RaftKegiatan Jungle Rescue, para peserta berlatih mengevakuasi korban dari daerah pegunungan yang ekstrem. Sebelumnya korban dicari oleh tim SAR yang diberi titik kordinat oleh Search Rescue Commander. Setelah melakukan pencarian dan penebasan daerah operasi. Korban dievakuasi menuju daerah yang memungkinkan adanya Pertolongan medis, tampak pada gambar tim mengevakuasi korgan menggunakan tandu melalui tali yang terbentang antara dua punggungan bukit. Tujuannya untuk mempermudah proses dan mempercepat waktu evakuasi.

Simulasi Manajemen Rope

2 thoughts on “Gladian Panji Geografi ditutup SBY

  1. selamatlah alam beserta isinnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s