yume ga areba michi wa aru

sebesar apapun mimpimu pasti ada jalan keluarnya

Global Warming, apaan Sih?

2 Komentar

Tulisan ini diterbitkan di GPANEWS.

Pemanasan Global mungkin tema yang kalah popular dibanding dengan Indonesian Idol, AFI, ataupun infotainment yang isinya memuat berita-berita artis. Sejak saat ini Pemanasan global harus menjadi perhatian kita bersama karena lambat laun dan secara tidak langsung kita akan terkena dampaknya. Mulai dari hawa kota bandung yang kian tahun kian panas hingga maraknya kejadian DBD disekitar kita. Rekan-rekan mungkin belum / pernah merasakan kabut yang turun di sman 2 hingga hampir setiap murid sempat menahan diri untuk ke wc. Kalo pernah denger cerita SMA 2 bandung di tahun 96, pada tahun itu udara kota bandung dingin sekali, pada saat upacara penerimaan siswa baru, pohon karet kita tercinta yang sampe tertutup kabut. Bayangin aja kita harus menahan hawa dingin ketika itu. Tahun ini 10 tahun telah berlangsung rekan-rekan bisa cerita bagaimana keadaan di SMA kita tercinta ini.

Kalau ngasih contoh glasier yang meleleh dan permukaan laut yang naik bisa jadi jauh dari bayangan kita, kita bisa melihat disekitar kita pengaruh pemanasan global. Perubahan iklim dibumi atau pola cuaca dalam jangka panjang yang menghasilkan pemanasan global. Seiring dengan berputarnya bumi setiap hari, panas yang dihasilkan berputar, membawa kelembaban udara dari lautan, timbul dan mengendap disana. Itu akan merubah ritme iklim yang dapat dirasakan oleh kita.
Bagaimana kita dapat memperlambat pemanasan global? Bagaimana kita dapat mengatasi perubahan yang telah bergerak?
Pemanasan global dipercaya selain diakibatkan oleh alam juga akibat campur tangan manusia, sejak manusia hidup modern abad ini mereka membutuhkan energi, membakar bahan bakar fosil dan menghasilkan gas yang dapat memperangkap panas. Saat ini manusia telah meningkatkan jumlah karbon dioksida di atmosfir lebih dari tiga kali sejak revolusi industri, perubahan ini seharusnya memakan waktu ribuan tahun, tetapi sekarng terjadi dalam seabad ini.
Gas yang dapat memperangkap panas ini mengakibatkan efek seperti kondisi dalam rumah kaca, sehingga seringkali kita mendengar efek rumah kaca. Efek ini terjadi ketika berbagai gas di atmosfir bumi menjebak panas. Gas ini membiarkan cahaya lewat tetapi menahan panas keluar dari bumi, seperti dinding kaca dalam rumah kaca.
Diawali dengan sinar matahari yang bersinar hingga permukaan bumi, selanjutnya diserap dan diradiasikan kembali ke atmosfir, gas rumah kaca akan menahan sebagian besar panas ini dan sisanya kembali ke luar angkasa. Semakin banyak gas rumah kaca ada di atmosfir semakin banyak panas ditahan.
Peningkatan gas rumah kaca yang cepat merupakan masalah karena merubah iklim lebih cepat dari pada beberapa mahkluk hidup dapat beradaptasi. Selain itu, iklim baru dan tidak dapat diprediksi akan menjadi tantangan bagi seluruh kehidupan.
Perlu diketahui juga sejak pembacaan temperature ditemukan, sebelas dari dua belas tahun paling panas terjadi antara tahun 95 dan 2006.
Bisa diambil intinya bahwa pemanasan global diakibatkan oleh penggunaan bahan bakar untuk menunjang manusia memenuhi kebutuhan hidupnya. Salah satu cara yang membantu adalah dengan sedikit mungkin menggunakan energi. Jadi mulailah dari sekarang berhemat, hemat listrik, hemat bahan bakar hemat air dan manfaatkan barang disekitar dengan sebaik-baiknya. Syukur syukur rekan rekan bisa nanem pohon di pekarangan rumah sendiri, sedikit berpartisipasi untuk dunia yang lebih hijau.

2 thoughts on “Global Warming, apaan Sih?

  1. Paparan pemanasan global yang jelas dan memikat. Nuhun juragan, sudah berbagi pengetahuan.

  2. mari kita memulai dengan diri kita sendiri untuk mengurangi pemanasan global

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s