yume ga areba michi wa aru

sebesar apapun mimpimu pasti ada jalan keluarnya

CSR, Elemen Utama Tata Laksana Kemasyarakatan yang Baik

Tinggalkan komentar

Republika, Minggu, 17 September 2006

Kesuksesan
korporat, tidak hanya ditentukan keberhasilan bisnisnya. Tetapi juga
kemampuannya menyukseskan program memberdayakan masyarakat dan
lingkungan sekitarnya.


Dalam lima tahun terakhir di Indonesia, kian banyak perusahaan melaksanakan corporate social responsibility (CSR) atau juga community development
(CD). Bahkan kini, semakin giat organisasi dan sektor swasta, serta
kantor pemerintahan yang memasukkan CSR dalam agenda prioritas
organisasi.

Tanggung
jawab korporat, telah menjadi isu penting. Tak saja dalam kegiatan
bisnis, tetapi juga dalam teori dan hukum, politik dan ekonomi.
Kesuksesan korporat, tidak saja ditentukan oleh keberhasilan bisnisnya.
Tetapi juga kemampuannya menyukseskan program memberdayakan masyarakat
dan lingkungan sekitarnya. Sayang, saat ini masih bayak program-program
CSR yang sifatnya ad hoc (sementara) saat terjadi bencana alam.
Padahal, tanggung jawab atau kepedulian korporat terhadap lingkungan
sekitarnya, terbukti akan menghasilkan kinerja bisnis yang baik.

Responsible business is good business.
Kesimpulan ini terangkum dalam Konferensi CSR yang diselenggarakan
Indonesia Business Links (IBL) pada Sabtu-Ahad (7-8/9) pekan lalu di
Jakarta.

Menteri
Koordinator (Menko) Perekonomian, Dr Boediono saat membuka konferensi
ini mengatakan, CSR merupakan elemen prinsip dalam tata laksana
kemasyarakatan yang baik. Bukan hanya bertujuan memberi nilai tambah
bagi para pemegang saham.

”Pada intinya, pelaku CSR sebaiknya tidak memisahkan aktifitas CSR dengan Good Corporate Governance. Karena keduanya merupakan satu continiuum (kesatuan), dan bukan merupakan penyatuan dari beberapa bagian yang terpisahkan,” ujar Boediono.

Menurutnya,
CSR tidak hanya mencakup apa yang seharusnya dilakukan, tapi juga
melihat apa yang sebaiknya dijalankan. Ini, kata Menko, seringkali
terlewat dan diremehkan. Seperti, mengeksploitasi birokrasi yang lemah
dan menjalankan praktek penyuapan untuk melaksanakan program CSR-nya.

Sementara itu, Duta Besar PBB untuk Millenium Development Goals
(MDGs) Asia Pasifik, Erna Witoelar mengatakan, kesadaran akan
pentingnya memasukkan kegiatan CSR sebagai salah satu aspek penting
dalam kegiatan bisnis, justru akan mampu meningkatkan kegiatan bisnis
secara bertanggung jawab.

”Kontribusi
korporat dalam pembangunan dan pengembangan Indonesia (khususnya),
tidak hanya ditentukan kegiatan bisnis, tetapi juga ditentukan seberapa
besar kontribusi terhadap lingkungan sekitar,” kata Erna yang
berbicara tentang Corporate Contributions to Development in Indonesia.

Karena
itu, Mantan Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Menkimpraswil) di
Era Pemerintahan Gus Dur ini terus mendorong perusahaan-perusahaan di
Indonesia untuk menunjukkan kontribusinya terhadap negeri ini. Tak
hanya sebatas pada pembayaran pajak, tetapi juga kepeduliannya terhadap
lingkungan sekitar dalam pemberdayaan masyarakat. Erna Witoelar
berharap, perusahaan-perusahaan di Indonesia tidak hanya memikirkan
dirinya sendiri dan mengeruk keuntungan. Namun juga harus mampu
memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya yang
dianggap masih terbelakang. ”Banyak perusahaan yang hanya berupaya
memperkaya dirinya sendiri. Mereka membiarkan masyarakat sekitar hidup
dalam garis kemiskinan dan keterbelakangan.”

Sementara itu, GM External Affairs and Sustainable Development
PT Kaltim Prima Coal (PKC), Harry Miarsono mendukung
perusahaan-perusahaan untuk terus memberikan kontribusi terhadap
masyarakat disekitarnya. Ia mengatakan, dalam melaksanakan program CSR
dan Community Development, PT Kaltim Prima Coal (bergerak dalam
pengolahan batu bara) telah menetapkan kebijakan pembangunan yang
berkelanjutan. Berbagai program pengembangan masyarakat telah dirancang
dan dijalankan agar bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal dan
pembangunan wilayah. Program-program ini, lanjutnya, diharapkan bisa
menyiapkan masyarakat yang mandiri menuju pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Deputy Corporate Communication
PT BMW Indonesia, Helena Abidin mengatakan, CSR bagi BMW Indonesa,
tidak hanya sekadar memberikan sumbangan atau bantuan kepada masyarakat
yang terkena bencana alam. ”CSR bagi kami justru akan memberikan nilai
tambah bagi perusahaan untuk semakin mendekatkan produk dan brand kami kepada masyarakat dan komunitasnya,” kata Helena kepada Republika.

Ia menambahkan, perusahaan mestinya tidak hanya mengejar business oriented
tetapi bisnis harus menjadi proses pembelajaran dan pemberdayaan
masyarakat. ”Sebagai perusahaan dari luar negeri, di Indonesia kami
justru bisa belajar budaya masyarakat setempat sebagai proses
transformasi budaya, teknologi dan sains,” ujar Helena.

Karena
itu, BMW Indonesia, kata Helena, sangat mendukung upaya-upaya
pemerintah untuk mendorong dan memberikan kontribusi bagi pembangunan.
”Banyak perusahaan yang sukses tidak hanya berorientasi pada bisnis,
tetapi juga karena kepedulian mereka terhadap lingkungan sekitar dengan
pemberdayaan masyarakatnya,” jelasnya.

Hal
yang sama juga diungkapkan PR Manager Riaupulp, Fakhrunnas Jabbar dan
Field Liaison Manager PT Newmont Pasific Nusantara, Katamsi Ginano.
Menurut Fakhrunnas, sukses perusahaan juga didukung oleh kepeduliannya
terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Karena itu, Fakhrunnas
sangat mendukung dan mendorong tumbuhnya semangat ber-CSR di kalangan
perusahaan-perusahaan.

”Sukses CSR tidak hanya ditentukan oleh tripple bottom line, tetapi juga prinsip license to operate, business sustainable, pure philantropy dan cause-related marketing,” jelas Fakhrunnas. ”Good business
(bisnis yang baik –red) juga disebabkan karena mereka memberi nilai
dengan nilai. Bukan memberi nilai dengan materi,” tambah Katamsi.


(sya )

Blogged with Flock

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s