yume ga areba michi wa aru

sebesar apapun mimpimu pasti ada jalan keluarnya

Cement Kiln Dust – “Pengelolaan B3”

Tinggalkan komentar

Tanur semen
Tanur semen adalah mesin pabrik bergerak terbesar di dunia. Tanur ini merupakan oven silinder yang berukuran sangat besar, beberapa memiliki panjang 1000 feet dengan diameter 24 feet. Mereka berputar dari 20 hingga 80 kali perjam. Tanur tanur tersebut didirikan dengan kemiringan yang rendah (sekitar ½ inchi per foot). Dalamnya dilapisi dengan bata/tembok tahan api. Tanur ini memiliki bahan bakar serbuk batubara, minyak, gas atau bahan bakar berasal dari limbah cair yang dibakar pada bagian akhir dan bahan bakar berasal dari limbah padat pada bagian tengah atau pada bagian calcining zone melalui proses yang dipatenkan oleh Cadence.


Proses Kering dari Tanur Semen
1. Batu kapur dan bahan mentah lainnya ditempatkan pada tanur yang berputar
2. Material dasar dipanaskan dengan bahan bakar (yang dapat mengandung limbah berbahaya) yang dimasukkan pada ujung yang berlawanan dari tanur.
3. produk akhir yang disebut “clinker”, didinginkan dan setelah itu bahan dasar dicampur dengan gipsum untuk membentuk semen.

Tanur semen menghasilkan sisa berupa polusi udara yang terdiri dari partikulat dan logam, senyawa organik dari pembakaran yang tidak sempurna (PICs) atau gas-gas asam. Selain itu juga menghasilkan sisa debu tanur atau cement kiln dust (CKD) yang mengandung logam berat dan senyawa organik yang beracun. EPA mengembangkan standar yang menyediakan pengelolaan CKD dan pembuangannya. Hal ini menjadi isu kritis dari pengaturan tanur semen yang membakar limbah.

Cement Kiln Dust
Cement kiln Dust, CKD atau debu tanur semen tidak termasuk dalam bahan berbahaya menurut EPA dibawah RCRA (Resource Conservation and Recovery Act). Walaupun demikian tidak berarti bahwa CKD tidak mengandung bahan yang dapat berbahaya terhadap lingkungan. CKD yang berasal dari tanur pembakaran limbah berbahaya adalah subjek yang membutuhkan tes spesifik dibawah peraturan BIF (Boiler and Industrial Furnace) dan bagaimanapun harus memenuhi standar RCRA bila senyawa toksik ditemukan signifikan lebih tinggi dari kegiatan dengan bahan bakar yang konvensional atau menunjukkan pada tingkat tersebut dapat berisiko pada kesehatan manusia.
CKD tetap bukan merupakan limbah berbahaya bila standar mengikuti peraturan. Pertama, untuk perlindungan air tanah, EPA menganjurkan standar pengelolaan yang membutuhkan pemenuhan pada landfill yang didesain untuk mengendalikan lepasnya logam toksik ke air tanah. Kedua, untuk mengendalikan lepasnya debu yang lekas hilang / fugitive dust, anjuran standar pengelolaan akan membutuhkan person untuk mengelola limbah CKD untuk menlindungi atau kalau tidak mengelola landfill, area penanganan/pemeliharaan CKD, dan area penyimpanan CKD untuk mengendalikan CKD yang mudah hilang yang terlepas akibat dari dispersi angin. Terakhir, peraturan ini juga menganjurkan batasan konsentrasi pada polutan yang bervariasi pada CKD yang digunakan untuk kegiatan pertanian. Selain itu menganjurkan peraturan RCRA standar untuk CKD yang tidak diatur diatas.
Asosiasi semen Portland (1992) melakukan analisis kontaminasi logam pada CKD menggunakan TCLP menurut EPA. Contoh CKD diambil dari 79 pabrik di Amerika Serikat dan 10 di Kanada untuk di tes konsentrasi dari logam logam termasuk merkuri, selenium, thallium, kadmium, timah, antimony, perak, arsenik, nikel, barium, beryllium, dan kromium. Dari keseluruhan hanya dua pabrik yang melewati ambang batas yang diperbolehkan. Salah satu fasilitas memproduksi contoh dengan timah yang berlebih, sedangkan yang lain selenium melebihi ambang batas. Tingkat kontaminasi yang tinggi dari kontaminan ini merupakan akibat hubungan dari memproduksi semen dengan kontaminan CKD yang meresirkulasi debunya.
Logam yang paling umum ditemukan pada CKD adalah kadmium, kromium, arsenik, timah dan selenium. Data dari hasil investigasi dan evaluasi risiko pada kesehatan manusia dan lingkungan oleh EPA yang disiarkan dalam Draft Report untuk kongres pada CKD (RTC) pada Desember 1993, mengindikasikan bahwa CKD dari tanur yang membakar limbah berbahaya mengandung rata rata mengandung 9 kali lebih tinggi timah, 5 kali lebih tinggi kadmium, dan 7 kali lebih tinggi kromium dari tanur yang tidak membakar limbah berbahaya.

Terdapat beberapa faktor yang menentukan tingkat kontaminasi pada CKD:
1. Bahan yang bervariasi dari setiap fasilitas ke fasilitas yang lain, perbedaan ini terlihat sekali dalam tanur tunggal.
2. Partikel halus mengandung konsentrasi yang lebih tinggi dari sulfat dan alkali, dimana partikel kasar yang biasa dikumpulkan dekat pada tanur memiliki konsentrasi kapur bebas (free lime) yang lebih tinggi.
3. bahan bakar limbah buangan / waste fuels yang digunakan dalam tanur semen dapat meningkatkan kandungan logam beracun dari CKD.
4. Resirkulasi debu dapat menyebabkan peningkatan konsentrasi kontaminan.
Sistem resirkulasi debu telah menjadi hal yang umum dalam tanur-tanur semen. Ketika sistem ini bekerja, seluruh debu dari tanur semen dikirim kembali melalui tanur bersamaan dengan bahan mentah untuk membuat semen baru.
Kegiatan sistem tanur dipengaruhi oleh pencampuran bahan mentah, konfigurasi peralatan, bahan bakar, dan operator. Sehingga mengakibatkan tanur dioperasikan pada temperatur yang berbeda, membakar bahan bakar yang berbeda, menghasilkan jumlah debu yang berbeda dan membutuhkan jumlah energi yang berbeda untuk memproduksi “clinker”. Mengingat bahwa tiap pabrik semen sangat bervariasi pengoperasiannya, perkiraan statistik dari parameter konsentrasi logam pada debu tidak dapat ditentukan dari analisis statistik dari contoh tunggal bahkan dari contoh berbagai tanur yang berbeda. Tiap tanur memiliki populasinya sendiri. Menghasilkan parameter yang unik dan hanya dapat diperkirakan secara analisis statistik dari contoh memadai yang diambil dari tanur ketika parameter-parameternya tidak berubah.

Daftar Pustaka
Waktu download adalah pada tanggal 04 Maret 2006 dan 10 Maret 2006.
http://www.temarry.com/Cement%20Kilns/Cement_Kiln2.htm
http://www.texasep.org/html/wst/wst_4imn_incin.html
http://www.mindfully.org/Air/Cement-Kilns-Burning-Waste5.htm
http://useit.umeciv.maine.edu/materials/ckd/environmental_properties.htm
http://www.epa.gov/epaoswer/other/ckd/index.htm
http://cementamericas.com/mag/cement_study_trace_metals/index.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s