yume ga areba michi wa aru

sebesar apapun mimpimu pasti ada jalan keluarnya

Chlordane – Pengelolaan B3

Tinggalkan komentar

Pendahuluan
Chlordane adalah bahan kimia buatan pabrik yang digunakan di Amerika Serikat dari Tahun 1948-1988. Nama dagangnya adalah Octachlor® dan Velsicol 1068®. Secara teknis chlordane bukanlah kimia tunggal, tetapi biasanya campuran antara chlordane murni dan berbagai kimia yang berhubungan. Bahan ini tidak didapatkan secara alami di lingkungan. Chlordane adalah insektisida organoklorin dari jenis siklodin yang persisten. Berbentuk larutan tebal, butiran, konsentrat yang teremulsi, bubuk yang dapat dibasahkan, dengan warna dari tak berwarna hingga kekuningan. Chlordane dapat tidak berbau hingga berbau ringan dan dapat mengiritasi indra penciuman.

• Chemical Name: 1,2,4,5,6,7,8,8-octachloro-2,3,3a,4,7,7a-hexahydro-4,7-methanoindene.
• CAS Number: 57-74-9.
• Molecular Weight: 409.83.
• Water Solubility: 0.1 mg/L @ 25°C.
• Solubility in Other Solvents: sebagian besar larutan organik, termasuk minyak bumi
• Melting Point: 104-107°C.
• Vapor Pressure: 1.3 mPa @ 25°C.
• Partition Coefficient: 2.78.
• Adsorption Coefficient: 20,000.

Penggunaan Chlordane
Dari tahun 1983 hingga tahun 1988, Chlordane hanya boleh digunakan untuk memberantas rayap di rumah. Pestisida ini digunakan di bawah tanah disekitar pondasi rumah. Bahan ini membunuh rayap ketika terjadi kontak. Sebelum 1978 digunakan juga sebagai pestisida di lahan pertanian, halaman rumput, dan kebun, dan sebagai alat perantara pengasapan / fumigating agent. Karena keprihatinan pada risiko kanker dan bukti bukti yang menyatakan terpaparnya manusia dan terakumulasi di lemak tubuh, persisten di lingkungan dan berbahaya bagi kehidupan liar, EPA agen perlindungan lingkungan Amerika Serikat menghapus penggunaan untuk lahan pertanian dan penggunaan lainnya diatas tanah setelah 5 tahun berjalan. Tahun 1988, ketika EPA menghapus penggunaan untuk pengendalian rayap, seluruh penggunaan dari chlordane di Amerika Serikat dihentikan akan tetapi pabrik untuk kepentingan ekspor tetap dilanjutkan.

Proses Masuk kedalam Lingkungan
Chlordane memasuki lingkungan ketika bahan ini digunakan sebagai pestisida untuk tanaman pada halaman rumput dan kebun, dan untuk pengendalian rayap. Chlordane melekat kuat pada tanah dibagian permukaan dan besar kemungkinan tidak memasuki air tanah. Mengurai sangat lambat, tidak mudah terlarut dalam air, dan dapat terakumulasi didalam jaringan tubuh ikan, burung, dan mamalia.

Bahan ini dapat tetap berada di tanah lebih dari 20 tahun. Sinar matahari dapat memutuskan rantai chlordane yang terkena sinar matahari dalam jumlah yang kecil, sebagian besar bahan meninggalkan tanah dengan cara evaporasi ke udara. Molekul chlordane biasanya diserap oleh partikel liat atau tanah organik pada lapisan permukaan tanah / top soil dan menguap dengan lambat ke atmosfer. Bahan ini tidak didegradasikan secara kimiawi dan bukan merupakan subjek degradasi biologis dalam tanah.

Chlordane dapat ditransportasikan melalui atmosfer dalam jarak yang cukup jauh dan hal ini ditunjukkan oleh keberadaannya pada jaringan makanan di kutub utara.

Degradasi didalam air tidak terjadi dengan cepat, bahan ini dapat keluar dari sistem akuatik dengan diserap oleh sedimen atau oleh penguapan. Waktu paruh penguapan didalam danau dan kolam diperkirakan kurang dari 10 hari. Chlordane dapat ditemukan pada air permukaan, air tanah, suspended solid, sedimen, air minum, lumpur pembuangan kotoran dan air larian, tetapi tidak dalam air hujan.

The potential source region for chlordane to the 5 US IADN sites. The scale ranges from red to blue. Dark red depicts most likely sources, white are nuetral sources, and dark blue are least likely sources. The source region for chlordane to the Great Lakes has a strongly southern trend.

Pemaparan pada Makhluk Hidup
Manusia dapat terpapar Chlordane dengan memakan hasil panen yang tumbuh di tanah yang mengandung chlordane, memakan ikan atau kerang yang ditangkap di air yang terkontaminasi, menghirup udara atau menyentuh tanah dekat rumah yang menggunakan chlordane untuk mengendalikan rayap, selain itu dengan menghirup udara atau menyentuh tanah dekat tempat pembuangan sampah atau landfill. Chlordane hampir tidak pernah ditemui di air minum.
Chlordane dapat masuk kedalam tubuh melalui kulit bila kontak dengan tanah yang terkontaminasi, melalui paru-paru bila bernafas dengan udara terkontaminasi dan melalui pencernaan bila tertelan. Sebagian besar chlordane yang memasuki tubuh, keluar dalam beberapa hari, terutama melalui feces dan dalam jumlah sedikit keluar melalui urin. Chlordane dan turunannya dapat tersimpan dalam lemak tubuh, yang mana tidak menyebabkan efek samping, kecuali dilepaskan dari lemak dalam jumlah yang besar. Dibutuhkan beberapa bulan atau tahunan sebelum chlordane dan turunannya yang tersimpan dalam lemak dapat meninggalkan tubuh.

Efek pada kesehatan
Chlordane mempengaruhi sistem syaraf, sistem pencernaan dan hati pada manusia dan hewan. Sakit kepala, migraen, bronchitis, iritabilitas, kebingungan, lemah dan masalah penglihatan, muntah – muntah, kram perut, diare, penyakit kuning terjadi pada manusia yang menghirup udara yang mengandung chlordane konsentrasi tinggi atau tidak sengaja menelan dalam jumlah kecil. Bila dalam jumlah besar masuk kedalam mulut akan menyebabkan kejang dan kematian pada manusia.
Penelitian yang dilakukan pada pekerja yang berhubungan dengan pabrik chlordane, bahwa penyakit pembuluh otak pada tingkat dua kali lipat lebih besar dari yang diharapkan. Sebanyak 261 orang dewasa yang tinggal di komplek apartemen yang menggunakan penyemprotan untuk rayap, menunjukkan keseimbangan tubuh yang abnormal, waktu reaksi dan kecepatan gerak tubuhn menurun.
Manusia yang kontak dalam jangka panjang dengan tanah yang mengandung chlordane tinggi, dapat kejang. Pekerja jepang yang menggunakan chlordane selama waktu yang panjang terjadi perubahan minor pada fungsi hatinya.

Toksikologi
Pengujian toksisitas oral LD50 pada tikus/rat adalah 200 sampai 700 mg/kg, tikus/mice adalah 145 sampai 430 mg/kg, kelinci 20-300 mg/kg dan pada hamster 1720mg/kg. Pengujian melalui kulit LD50 pada kelinci adalah 780 mg/kg, dan tikus/rat adalah 530-690 mg/kg. LD50 penghirupan udara selama 4 jam untuk kucing adalah 100mg/L.
Pengujian kandungan chlordane dan turunannya pada manusia dapat diukur pada darah, lemak, feces, dan susu ibu.

Daftar Pustaka
Waktu download adalah pada tanggal 10 Februari 2006
http://www.atsdr.cdc.gov/tfacts31.html
http://www.atsdr.cdc.gov/toxprofiles/tp31-c1.pdf
http://pops.gpa.unep.org/13chlo.htm
http://www.the-piedpiper.co.uk/th13(k).htm
http://www.epa.gov/ttn/atw/hlthef/chlordan.html
http://www.ces.clemson.edu/ees/lee/organochlorines.html
http://www.indiana.edu/~hiteslab/iadn/iadn.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s