yume ga areba michi wa aru

sebesar apapun mimpimu pasti ada jalan keluarnya

Strategi Konservasi Udara Kota Bandung

1 Komentar

Pada saat jumlah penduduk masih sedikit dan aktivitasnya masih terbatas serta konsentrasi pencemar masih sangat rendah, maka secara alamiah udara masih mampu menampung emisi yang dibuang ke dalamnya. Atau dengan kata lain, daya tampung udara masih memadai. Lambat laun, akibat terus meningkatnya emisi yang dibuang ke udara, mutu udara ambien akan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara tidak dapat memenuhi fungsinya. Pencemaran udara terjadi apabila, laju emisi yang dibuang ke udara melebihi kemampuan udara menyerap pada kondisi mutu udara sudah mendekati baku mutu udara ambien. (pelangi.or.id)
Perubahan kualitas udara mempunyai pengaruh yang berarti terhadap kesehatan masyarakat. Bahkan buruknya kualitas udara dapat mengancam pembangunan itu sendiri, misalnya dengan berkurangnya produktivitas pekerja dan menurunnya kesuburan tanah pertanian dan rusaknya gedung gedung (korosi) akibat dari hujan asam dari udara berpolusi.
Dengan demikian lebih baik pemerintah melakukan upaya pencegahan melalui perencanaan pembangunan yang memperhitungkan daya dukung dan daya tampung lingkungan termasuk udara, daripada harus melakukan pemulihan terhadap kerusakan lingkungan, yang belum tentu dapat kembali ke fungsi yang seharusnya. (pelangi.or.id)
Pengetahuan mengenai efek pencemaran udara terhadap kesehatan telah umum diketahui oleh masyarakat. Penentuan strategi akan lebih mudah dengan mengetahui sumber pencemar, tujuan dan sasaran apa yang akan dicapai. Komponen – komponen yang mempengaruhi perlu diperhatikan untuk menetapkan apa saja strategi yang akan dilakukan. Komponen – komponen berpengaruh secara langsung dan tidak langsung. Komponen yang berpengaruh secara langsung seperti transportasi, bahan bakar, industri, taman kota perlu dilakukan modifikasi untuk mengurangi pencemaran udara, sedangkan yang tidak langsung adalah dinas – dinas terkait, populasi, pendidikan masyarakat, penggunaan lahan, industri, dan wisata di kota Bandung.
Transportasi sangat berperan dalam pencemaran udara di kota Bandung. Jenis kendaraan, kapasitas mesin, umur kendaraan, jenis bahan bakar dan pemeliharaan kendaraan menjadi faktor yang penting dalam kandungan emisi gas buang yang dikeluarkannya. Kualitas udara dapat dilindungi dengan beberapa hal dibawah ini :
1. Pembenahan prasarana dan sarana transportasi umum serta kebijakan yang secara implisit mengerem laju kendaraan motor pribadi, yaitu dengan perencanaan dan pembangunan sistem transportasi secara terpadu dan pembangunan transportasi masal seperti sistem busway dan jaringan kereta listrik.
2. Menetapkan jalan dengan kepadatan tinggi / pusat bisnis yang digunakan hanya oleh moda transportasi massal, sehingga volume kendaraan pribadi menurun. Hal seperti ini telah dilakukan oleh singapura yaitu Bermobil ke Distrik Pusat Bisnis (CBD) memerlukan izin khusus, yang dapat dibeli untuk harian atau bulanan.
3. Pemerintah kota dapat melakukan intervensi dengan menetapkan penjualan kendaraan beremisi ultra-rendah (“ultra-low emitting vehicles/ULEV”) dan kendaraan transisi beremisi rendah (“transitional low emitting vehicles/TLEV”) yang semuanya diperhitungkan untuk memasukkan tidak hanya mobil-mobil yang lebih bersih, tetapi juga bahan bakar yang lebih bersih ke pasaran.
4. Menurunkan pajak kendaraan untuk kendaraan dengan “zero-emitting vehicles/ZEV”, Hybrid, elektrik, dan gas sehingga masyarakat lebih memilih kendaraan tersebut dan sebaliknya meningkatkan pajak kendaraan untuk kendaraan pribadi konvensional.
5. Kewajiban uji emisi kendaraan sebagai faktor yang penting untuk mengurangi pencemaran udara.
6. Menetapkan aturan standar pipa knalpot yang lebih ketat dan rumit. Seperti knalpot yang memiliki
7. Standarisasi umur dan kapasitas mesin penggunaan kendaraan selain dari penetapan ambang batas emisi kendaraan
8. Pemeliharaan kendaraan dan standarisasi pemeliharaan bagi seluruh bengkel kendaraan bermotor.
Bahan bakar merupakan salah satu penyebab pencemaran dari hasil pembakarannya, akibat dari kandungan bahan berbahaya didalam bahan bakar. Hal itu dapat direkayasa yaitu dengan:
1. Penelitian dan pengembangan renewable energi
2. Penghapusan bensin bertimbal
3. Mengurangi kandungan sulfur pada bensin dan solar
4. Mengubah penggunaan bahan bakar batubara sebagai pembangkit listrik dengan pembangkit listrik geothermal
5. Penggunaan bahan bakar gas untuk kendaraan dan pabrik
6. Penggunaan tenaga nuklir untuk pembangkit tenaga listrik, merubah penggunaan batubara dan minyak yang memiliki emisi gas buang yang tinggi.
Strategi yang dapat dilakukan pada industri meliputi penggunaan bahan bakar, efisiensi energi dan pengelolaan emisi buangan. Penggunaan bahan bakar menyangkut bahan yang diemisikannya. Adapun upaya yang dapat dilakukan yaitu sedikit demi sedikit mengurangi penggunaan bahan bakar batubara dan minyak serta menggantinya dengan bahan bakar gas. Efisiensi energi untuk proses produksi dan operasional industri. Serta pengelolaan emisi buangan dengan penggunaan water scruber

Taman kota dapat mengurangi pencemaran udara dan meningkatkan kualitas udara. Yaitu dengan menyerap gas karbondioksida dan menghasilkan oksigen dari proses fotosintesis, maka untuk mencapai hal tersebut diperlukan ;
1. Penambahan jumlah taman kota
2. Penerapan ratio populasi – pohon, 2 orang berbanding 1 pohon
3. Pendataan dan pengefektifan ruang terbuka hijau dengan penanaman pohon.
4. Pendataan pohon pohon di masing masing kelurahan dan pengawasannya.
Bplhd / dinas terkait dapat mengawasi dan mengusulkan peraturan peraturan yang dapat mendukung pada kualitas udara, hal tersebut diantaranya dengan :
1. Menetapkan strategi pencegahan, penanggulangan dan pemulihan pencemaran udara.
2. Penetapan baku mutu emisi dan menetapkan sasaran tujuan untuk mengurangi pencemaran udara
3. Pengawasan emisi gas buang pada kendaraan bus, taksi, dan armada publik untuk mengurangi bahan partikulat dan pembentukan smog
Pencanangan penghijauan dari dinas Pemakaman dan Pertamanan
Populasi secara tidak langsung menentukan peningkatan cemaran udara yang terjadi di kota Bandung. Untuk mengurangi pertumbuhan penduduk maka dapat dilakukan :
1. Penerapan keluarga berencana
2. Membatasi kegiatan kegiatan di perkotaan yang dapat menyebabkan urbanisasi
3. Melakukan investasi di desa – desa sekitar kota bandung sehingga akan terjadi perkembangan desa yang memiliki ciri ciri kota, sehingga tidak terjadi urbanisasi.
4. Program transmigrasi
Pendidikan masyarakat sangat mempengaruhi dalam hal pemahaman akan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan. Untuk mendukung pendidikan masyarakat yang dapat mengurangi pencemaran udara dan pertumbuhan penduduk, hal itu dapat dilakukan dengan :
1. Memasukkan kedalam kurikulum untuk pemahaman tentang pengetahuan penyebab dan pengendalian pencemaran udara. Sehingga terdapat kesempatan masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengurangi pencemaran udara.
2. Pemahaman tentang pengetahuan Keluarga Berencana

Lahan dalam hal ini adalah tata guna lahan. Pertumbuhan kota cenderung menuju pinggiran kota, sedangkan kegiatan kegiatan masyarakat berada di pusat kota sehingga akan terjadi arus kendaraan dari pinggiran kota menuju pusat kota. Strategi untuk mengatasi hal tersebut adalah :
1. Tata kota yang baik sehingga terdapat keseimbangan antar emisi gas buang dan daya tampung lingkuangan.
2. Pembentukan / perencanaan kota satelit sehingga jarak antara pemukiman dan pusat kegiatan tidak terlalu jauh dan efektivitas penggunaan transportasi
3. Mengurangi beban lingkungan akibat emisi gas buang transportasi menuju pusat kegiatan dengan merelokasikan pusat kegiatan tersebut apabila dimungkinkan. Contohnya Taman Marga Satwa ke daerah pinggiran kota.
Wisata merupakan penarik kota bandung, berbagai jenis wisata di kota bandung cukup memberi peran pada pencemaran udara akibat penggunaan kendaraan menuju daerah wisata tersebut. Strategi yang dapat dilakukan untuk mengurangi mobilitas kendaraan adalah dengan membatasi ijin untuk pendirian pusat kegiatan baru di daerah dengan kepadatan perkantoran / pertokoaan yang tinggi.

One thought on “Strategi Konservasi Udara Kota Bandung

  1. sepertinya saya kenal penulisnya,,,

    kang aru ya…??hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s