yume ga areba michi wa aru

sebesar apapun mimpimu pasti ada jalan keluarnya


Tinggalkan komentar

Pembuatan SIM (mobil) Jepang di Tsukuba (Unten Menkyo Senta)

Pembuatan SIM di jepang bila anda memiliki SIM dari negara asal tidak perlu melalui proses yang panjang, mungkin lebih tepatnya disebut konversi SIM karena anda sudah memiliki ijin dan tinggal menyesuaikan, memahami dan teruji aturan yang berlaku dan rambu-rambu yang sedikit berbeda. Hal pertama yang perlu dilakukan sebelum pendaftaran ujian SIM adalah translate SIM anda ke dalam bahasa jepang melalui institusi yang ditunjuk dalam hal ini adalah Japan Automobile Federation (JAF).

Tidak dipungkiri bahwa proses konversi SIM ini membutuhkan waktu dan bisa jadi berkali-kali mengulangi tes, baik tes tulis maupun tes praktek.Tetapi bukan tidak mungkin bila kita mempersiapkan dengan seksama satu kali tes bisa pulang membawa SIM. Bukan berarti bahwa kegagalan adalah ketidakmampuan mengendarai, tetapi bisa jadi kemampuan dalam memahami, mentaati aturan dan kebiasaan mengemudi yang belum cukup atau dinilai membahayakan pengguna jalan lain. Tentunya berbeda kondisi berkendaraan di Jepang dan di Indonesia. Silahkan amati apa yang berbeda antara mengendarai kendaraan di jepang dan di Indonesia. Baca lebih lanjut


1 Komentar

Halal Tsukuba – University of Tsukuba

Halal Food near University of Tsukuba

1. Tsukuba Mosque – Tsukuba Islamic Association, Halal Corner, Halal Meats, Pita (bread), nuggets, spices.
2. Marhaban Restaurant – 1st floor 2B building Institute
3.
4. Hanamasa Tsukuba
5. Gyomu super
6. Mirah Restaurant
7. Lawson Tsukuba Ichinoya – Pizza (Halal sign)

8. Jewel of India

9. Costco (need ID/ subscribe card) – Chicken (Frozen), Pizza Seafood, Tiramisu (cake)

Another information, Supermarket – Electronic and bikes.

Please click the top right of the map to view larger map.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Pandangan muslim mengenai kejadian Paris France

Bagaimana pandangan seorang muslim dalam menyikapi kejadian Paris perancis 8 januari 2015?

Abdur Rohman

Dalam menyikapi insiden pembunuhan di Paris ini kita sebaiknya bersabar menunggu hasil investigasi pihak berwenang hingga jelas siapa saja pelakunya dan atas motif apa melakukannya. Kalau memang sudah dapat dipastikan bahwa pelakunya mengaku muslim dan melakukannya atas motif membela Islam dengan perintah dari Al Qaeda atau ISIS, maka dalam pandangan saya, tindakannya itu SALAH BESAR. Minimal ada tiga sebab kenapa tindakannya salah besar:
1. Bertindak di luar wewenang.
2. Salah sasaran.
3. Menimbulkan keburukan yang lebih besar.
Pertama, soal wewenang. Islam memiliki peraturan yang sifatnya detil. Setiap keadaan ada hukumnya dan aturan pelaksanannya. Sangat berbahaya memahami hukum Islam secara sepotong-sepotong tanpa memahami aturan pelaksanannya secara detil. Di antara contohnya adalah hukuman yang sudah jelas bentuknya atas tindak kriminal, yang disebut hudud. Hudud misalnya hukuman bunuh bagi orang normal yang membunuh dengan sengaja tanpa alasan yang benar, hukuman cambuk atau rajam bagi yang berzina, dan potong tangan bagi yang mencuri. Untuk kasus-kasus ini ada aturan hukumnya, dan ada aturan pelaksanannya.

Contoh : dalam Al Quran disebutkan:

وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا جَزَاءً بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Al Maidah : 38) Baca lebih lanjut

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.588 pengikut lainnya