Archive for Oktober 2008
Latihan fisik dengan berlari
Sudah lama sekali saya ingin menulis masalah olahraga. Dulu pada saat penulisan karya ilmiah di GPA Perhimpunan Penjelajah dan Pecinta Alam SMAN 2 Bandung, saya menulis tentang latihan fisik untuk Usia latihan pada umuran anak2 sma, saya sudah lupa lagi judulnya apa, tapi kurang lebih seperti itu.
Program latihan ini penting untuk rekan-rekan baik yang tidak berkegiatan berat ataupun yang memiliki tujuan tertentu. Dalam persiapan naik gunung RInjani yang saya lakukan bulan Juni lalu, saya melakukan latihan dengan berlari. Latihan sendiri sebenarnya sudah dimulai dari januari, tetapi belum intensif, memasuki bulan april kegiatan latihan ditambah hingga dua kali seminggu, masing-masing latihan sekitar 30 menit. Tempat latihan berbeda-beda, kadang di sekitar rumah, kadang juga di Jatinangor kampus UNPAD, kebetulan sekali disini ada track lari yang lumayan lah masih kelihatan track tanah liatnya, walau sebagian besar telah tertutup rumput ( kapan ya lapangan UNPAD bisa terpelihara dengan baik, Pak Ganjar mohon perhatiannya, kami warga UNPAD akan senang sekali klo lapangan kita itu diperhatikan). Tetapi saya lebih suka untuk latihan berlari di tempat yang naik turun atau cross country, tidak monoton di track lari. Selain tidak bosan juga menambah beban latihan, karena dengan ada perbedaan tinggi maka akan menambah berat latihan. Pernah satu ketika, diajak untuk ikut jogging di sekitar situlembang oleh Pa Cece anggota GPA yang juga secara rutin latihan lari tiap pagi di lapangan gasibu. Jalur menempuh waktu sekitar 4 jam, jalurnya sendiri dari daerah Cijanggel tempat bangunan PDAM berdiri – Lawang Angin - sebelum tiba di situlembang ada pertigaan lurus dan kekanan (dari sini naek kekiri ) - punggungan sebelah barat Barak – puncak Leumeungan – Cicaruk – Barak Situ lembang.
Jalur Talun Papandayan BUngbulang GnJampang
Kemarin Sabtu dan minggu 4-5 oktober 08 bersama Anggota GPA angkatan hiji dan beberapa Alumni SMAN 2 punya kesempatan untuk momotoran offroad, jalurnya sih rencananya hari pertama menuju kawah papandayan melalui Pangalengan-desa Cibatarua – Kawah. kemudian menginap di dekat warung deket pondok saladah. Tapi apa daya, karena rombongan yang terdiri dari 12 motor (ditambah satu lagi Pa abdul angk 1 menyusul dan tiba pukul 8 malam), rombongan terpisah di desa cibatarua. Akhirnya Aru yang di belakang lewat jalur Cileuleuy menuju kawah Papandayan. Jalur perjalanan dari pangalengan hingga perkebunan teh Sedep masih berupa aspal, sesudah Perkebunan teh Sedep jalan merupakan jalan perkebunan yang terdiri dari batuan pecah dan tanah. Begitu juga dengan jalur dari cileuleuy hingga warung di Tepian Kawah papandayan, jalan berupa batuan dan tanah hanya saja keadaannya lebih rusak dibandingkan jalur sebelumnya.
Ketika tiba di tempat, ternyata pa Uceng telah tiba dan sama seperti Aru dan Gatut berpisah dengan rombongan besar, rombongna yang lain ternyata masih dibelakang, sepertinya agak tersesat mengingat jalur yang akan dicoba masih belum dikenal anggota rombongan.Rombongan menginap sekitar 200 meter sebelah barat warung (jarang-jarang buka), dengan tenda dome, fly sheet dan tenda segitiga rombongan. Sayangnya hawa dingin ditambah dengan rintik-rintik air dari kabut, semakin pagi rintik-rintik semakin besar dan menjadi hujan. sekitar pukul 7 rombongan sudah bergegas untuk melanjutkan perjalanan, walaupun hujan turun tetap harus berangkat, apabila terlalu siang akan mengurangi jatah waktu di perjalanan.
Hari kedua rencana perjalanan adalah kawah papandayan, parkiran cisurupan, bungbulang, rancabuaya, pangalengan. Kawah papandayan dengan sedikit insiden terjatuh pada saat naik dari menyebrangi sungai dengan mudah dan penuh canda dilalui. Tiba di parkiran cisurupan sekitar pukul 9.30, rombongan makan pagi dengan telur dadar, ayam suir dan sambel kecap, tidak lupa krupuk dan bala-bala. Setelah mengisi bensin di depan Pom bensin Cikajang (ngantri nya panjang jadi rombongan beli di eceran bensin murni dan 2tak) rombongan menuju bungbulang. Makan siang di warung desa bungbulang kecamatan bungbulang sekitar pukul 12.30. Jalur perjalanan ternyata dirubah, dari bungbulang ternyata ada jalur menuju perkebunan teh arjuna melalui desa Gunung Jampang, dan keadaan jalur terdiri dari batuan pecah, tanah dan naik turun punggungan. Di perjalanan melewati beberapa kampung, sawah-sawah, jembatan yang dibawahnya mengalir air yang jernih hutan heterogen, dan tak terhitung berapa punggungan turunan dan tanjakan yang dilalui.Beberapa kejadian seperti biasa terjadi mulai dari jatuh, motor yang harus bantu ditarik biar bisa naik tanjakan, jembatan bambu yang bergeser ketika dilewati, ganti busi, habis bensin hingga ganti stang karatan karena stang sebelumnya patah setelah jatuh akibat dari posisi motor yang labil.
Sekitar pukul 5.30 rombongan kembali bergabung setelah terpisah menjadi dua di desa perkebunan teh Citamiang, hari sudah senja dan kabut mulai turun.Sebagian sudah khawatir akan terlalu malam dan ingin segera kembali kecikajang garut, ternyata bila mengambil arah ke arjuna dan pulang melewati garut akan panjang sekali perjalanan dibandingkan bila mengambil jalur menuju pangalengan.Bensin yang menipis dan tubuh yang lelah memaksa untuk mencari tempat untuk mengisi bensin dan istirahat. Menurut keterangan penduduk di Stamplat ada penjual bensin, tapi ternyata persediaan kedua penjual habis. Akhirnya di Cileuleuy masih ada penjual yang memiliki persediaan bensin.
Insiden yang tak disangka kembali muncul, ketika gatut mengantarkan bensin untuk pa cece dengan menggunakan motor paman Quwu. Stang motor patah dan terpaksa diangkut mobil bak terbuka dan rencananya akan diangkut hingga pangalengan untuk mencari stang bekas. Adzan isya menyambut saya dan reiki ketika tiba di Cileuleuy untuk mengisi bensin, setelah itu ngobrol2 sebentar dengan penjual bensin. Masih diberi kemudahan, ternyata penjual bensin yang ternyata pemilik bengkel memiliki setang bekas (jadi2an).Sambil menunggu ganti stang, anggota rombongan makan mie rebus di warung. Sekitar 10.30 rombongan tiba di banjaran, depan jalan masuk menuju Gn Puntang, setelah sebagian rombongan makan nasi goreng. Rombongan kembali ke bandung menuju rumah masing2.
Buat rekan2 yang mo sekedar lihat2 atau mengunduhnya, silakan bisa lihat di.
http://picasaweb.google.co.id/turatea/TalunPapandayanBUngbulangGnJampang451008






