Macodes petola – Jewel Orchid – Anggrek Kiaksara
Macodes petola (Blume) Lindl. Dideskripsikan pertama kali oleh C.L. Blume sebagai Neottia petola pada tahun 1825 berdasarkan pada sistem penamaan binomial Rumphius ‘Folium petolatum’.
Tanaman ini merupakan Family Orchidaceae, dengan nama genus Macodes. Dari Genus macodes terdapat tujuh spesies yang tersebar dari Malaysia, Indonesia, New Guinea hingga Vanuatu. Tanaman ini ditemukan pada ketinggian 100 hingga 800 meter di atas permukaan laut, daerah lembahan hutan hujan yang sebagian tertutup bayangan pohon dan tumbuh pada bekas tanaman atau humus yang basah dan tanah dengan drainase yang baik.
Anggrek ini tidak seperti anggrek-anggrek lain yang dinikmati bunganya tetapi indah pada bagian daunnya. Spesies-spesies dari genus ini, seiring dengan genera-genera lain yang memiliki daun berwarna seperti Anoectochilus, Eucosia dan Goodyera disebut “Jewel Orchids”. Bisa terlihat bahwa daunnya berwarna hijau sedikit ungu gelap, memiliki urat-urat longitudinal berwarna emas yang berkilau (inflorescence) dan permukaan yang menyerupai beludru.
Anggrek ini membutuhkan kelembaban udara yang tinggi, 50% atau lebih. Media harus cukup lembab tetapi bukan berarti media terlalu basah karena dengan demikian akan muncul masalah akibat bakteri dan jamur dan busuk pada akar. Kamar mandi dengan pertukaran udara yang baik dan sinar matahari tak langsung merupakan kombinasi yang baik. Bila tidak tempatkan dekat jendela yang dapat membawa kelembaban dari luar. Pada cawan pot dapat ditempatkan batu-batuan untuk menciptakan penyangga sehingga air yang keluar dari pot dapat ditampung di cawan kemudian bila teruapkan menciptakan kondisi lembab tanpa takut membusukkan akar tanaman. Jangan membiarkan media hingga kering samasekali, dibutuhkan media yang lembab sepanjang waktu. Sehubungan dengan kebutuhan cahaya, pastikan anggrek ini tidak terkena sinar matahari secara langsung karena akan membakar daun-daunnya.
Anggrek Kiaksara ini dilindungi oleh Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, No. 7 Tahun 1999, Tanggal 27 Januari 1999.
Synonyms Anoectochilus petola (Blume) Hereman 1868; Anoectochilus veitchianus Blume 1859; Argyrorchis javanica Blume 1859; Haemaria argyroneura Miq. 1864; Macodes argyroneura (Miq.) Rolfe 1896; Macodes javanica (Blume) Hook.f. 1889; Macodes robusta J.J.Sm. 1921; *Neottia petola Bl 1825; Rhomboda confusa Ormerod 1995; Spiranthes petola (Blume) Hassk. 1844








Ngomong2 Macodes ternyata tak jauh dari Bandung yaitu Panaruban, Subang ada juga Macodes ya… Sayang kurang terpublikasikan. Padahal teman2 Bio Unpad ada yang mengambil penelitian tentang spesies ini.Oia Macodes ada yang kaya liana atau merambat ga? Kok saya pernah nemu mirip macodes di Buton tapi merambat? Trims infonya
Flasmana
Mei 24, 2008 at 12:51 pm
Kebetulan sekali yg memberi saya macodes dari panaruban, jgn2 kenal juga.
Seingat sy cari2 bahan di internet, belum ada yg merambat, perbedaan hanya pada warna2 daunnya saja, ada yg hijaunya lebih cerah, gelap, hingga berwarna merah marun.
kharistya
Mei 24, 2008 at 3:49 pm
Menanggapi komentar Flashman,sayang keberadaannya di Panaruban sangat menghawatirkan sedikit sekali dan perlu dilindungi. Perlu diketahui pula bahwa jenis M.petola ada pula di Daerah CagarAlam Pangandaran. Mohon informasi lagi habitat yang ada di Jawa Barat. Trimakasih
Titun
Juni 13, 2008 at 7:34 am
sumatera adalah rumahnya,bukit barisan adalah kamarnya.he.he
namun yang terbanyak adalah species warna merah…orang batak bilang namanya..GORGA ILIK..keren gak??
stepe
Agustus 28, 2008 at 9:14 am
mau tahu lebih banyak ttg macodes sumatera?
kl ada maktu,silahkan berkunjung ke taman eden 100..thanks
stepe
Agustus 28, 2008 at 9:17 am
Saya paling suka sama anggrek karena bunganya yang indah, kalo anggrek jenis diatas yang cuma daunnya aja, kurang menarik..hohohooho
Pecinta Anggrek
Agustus 8, 2009 at 3:28 pm