yume ga areba michi wa aru

sebesar apapun mimpimu pasti ada jalan keluarnya

SAUNG ANGKLUNG UDJO

25 Komentar

Tulisan ini dibuat tahun 2006, saat teman ku meminta deskripsi mengenai saung

angklung udjo, untuk keperluan majalah kartun Indonesia. Tapi entah kenapa tidak

jadi terbit, dan daripada mubazir mendingan dipublikasikan di blog ini.

Udjo Ngalagena (Alm)
Dilahirkan dari keluarga sederhana yang sangat perhatian pada masalah
pendidikan anak anaknya, dengan nama Udjo. Ayahnya Mas Wiranta seorang yg
pandai lagu2 sunda / mamaos agaknya sangat berperan besar akan ketertarikan udjo
pada kesenian sunda. Perkenalan dengan musik angklung dimulai sejak umur 4 tahun.
Lingkungan Udjo kecil saat itu memang masih kental dengan kebudayaan Sunda,
angklung kerap kali digunakan sebagai pengantar upacara arak-arakan padi, acara
pembuatan jembatan, sunatan dan lain lain. Saat itu kesenian tradisional pada
umumnya berkaitan dengan kepentingan dari masyarakat pendukungnya. Kepentingan
ini bersifat ritual komunal, biasanya berkaitan dengan upacara kesuburan dan upacara
inisiasi. Adapun upacara yang berkaitan dengan kesuburan seperti : Mapag Sri,
ngareureus pare/ turun binih, ngidepkeun, bersih desa, dan upacara inisiasi seperti :
Marhaban, khitanan, ruwatan.

Beliau belajar lagu lagu daerah sewaktu HIS partikelir kemudian setelah mengajar di Sekolah Pendidikan Guru belajar angklung Diatonis dari Daeng Soetigna. Selain yang telah disebutkan sebelumnya beliau juga belajar alat musik lain seperti kecapi dari Mang Koko dan gamelan dari Rd. Machyar Angga kusumadinata. Kemudian Udjo menggabungkan menjadi apa yang disebutnya “kaulinan urang lembur”. Selain tertarik pada kesenian yang terbuat dari bambu Udjo juga tertarik untuk
memproduksi alat musik bambu dan belajar tentang bambu untuk memperoleh kualitas yang terbaik dari beberapa tempat, Tanjung sari – Sumedang, bahkan hingga ke Sukabumi. Selain itu Udjo juga mengartikan dari perkataan Daeng Soetigna (bambu yang bagus itu bambu yang digunakan untuk menjemur pakaian dan dapat dari mencuri, yang berarti harus kering dan tidak usah membeli) bahwa bambu yang baik digunakan untuk Angklung adalah bambu yang telah kering. Bambu yang biasa digunakan adalah Bambu hitam (Gigantochloa atter), bambu tali (Gigantochloa apus)
dan bambu tutul (Banbusa vulgaris). Bambu berkualitas baik didapat dari daerah Surade dan Jampang Kulon – Sukabumi sedangkan rotan sebagai tali pengikat diperoleh dari sentra rotan Tegalwangi – Cirebon.
Pemilihan bambu juga tidak sembarangan, bila terlalu tua bambu akan mudah pecah, bila terlalu muda juga tidak baik karena akan mengkerut sehingga bila digunakan untuk angklung, nada yang dihasilkan akan berubah. Bambu yang telah
berumur 4 tahun atau telah memiliki tunas antara 2 hingga 3 cukup umur untuk bahan baku angklung. Pemanenan haruslah pada musim kemarau atau sekitar bulan Juli, hal ini disebabkan zat makanan yang terdapat didalam bambu dan disukai oleh hama serangga ngengat dalam keadaan minim. Setelah ditebang bambu dibiarkan selama setengah minggu sampai daunnya menguning kemudian baru ranting – rantingnya dibersihkan. Tahap selanjutnya adalah pengeringan yang berfungsi sebagai seleksi bambu yagn baik yaitu dengan diunun atau diasap diatas dapur hingga 2 tahun, selain itu juga dapat digunakan cara lain yaitu dengan diangin-angin di tempat yang teduh atau gudang penyimpanan hingga 3 sampai 4 bulan. Tahap selanjutnya adalah pemilihan bambu yang utuh tanpa ada hama yang memakannya.
Setelah bambu dipilih yang berkualitas, bambu tersebut baru dapat digunakan sebagai bahan pembuatan angklung. Pembuatan angklung yang paling penting adalah membentuk nada dasar dari tabung bambu. Suara bambu ada dua yaitu suara kayu bambu ketika beradu dengan benda lain dan suara yang dihasilkan ketika tabung ditiup. Alat penyeteman/ penyesuaian nada yang digunakan untuk menentukan nada dasar adalah Berina. Kemudian setelah dihasilkan nada dasar dilakukan finishing dengan penyeteman dengan Autochromatic Tuner. Dahulu penyeteman angklung hanya menggunakan botol-botol yang diisi air dan diberi tanda pada bagian luarnya, saat ini penyeteman selain menggunakan suling, gamelan, Berrina juga telah menggunakan alat elektronik yaitu Autochromatic Tuner. Penyeteman dengan Autochromatic Tuner

Saung Angklung Udjo
Berawal dari sebuah rumah tinggal sederhana dengan pekarangan sempit yang digunakan sebagai tempat pertunjukan. Sedikit demi sedikit dari penghasilan sebagai guru di SPGCB dan usaha pembuatan alat musik angklung, calung dan arumba beliau membangun salah satu objek wisata yang penting di Jawa Barat. Saung yang berarti rumah kecil, pondok, dangau / gubuk sementara di sawah, sebagai tempat berteduh untuk menjaga tanaman. Adapun secara umum Saung
Angklung Udjo adalah sanggar tempat angklung milik Udjo membawa para pengunjung ke tempat yang berbeda dari kesibukan sehari-hari. Perintisan Saung Angklung dimulai oleh Bapak Udjo Ngalagena (alm) dan Ibu Uum Sumiyati (alm) beserta sepuluh putra-putrinya dimulai pada tahun 1958, untuk ikut melestarikan kesenian khas daerah Jawa Barat dengan mengandalkan semangat gotong royong sesama warga desa yang bertujuan melestarikan alam dan lingkungan.
Atas bantuan dan dorongan dari sang guru, Daeng Soetigna seorang tokoh angklung yang menemukan angklung diatonis dan bantuan dari Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat, Saung Angklung Udjo resmi didirikan pada Januari 1967.
Saung Angklung Udjo adalah sanggar seni yang merupakan tempat pelatihan pelatih dan pemain, sentra produksi alat alat musik yang terbuat dari bambu dan tempat pertunjukan kesenian khas Jawa Barat. Mulai dari pertunjukan musik bambu
yang dinamis atraktif, pagelaran kesenian Jawa Barat seperti wayang golek, Rampak Kendang, Pencak silat, Sendratari, Drama Sunda, Tari Topeng khas Cirebonan, hingga kegiatan pengrajin memproduksi barang kerajinan khas dan alat alat musik bambu.

Anak anak berlatih Angklung

Anak anak menunggu tampil.

Kesenian Angklung dapat menumbuhkan nilai-nilai positif dalam pembangunan karakter individu, seperti kerjasama, gotong royong, disiplin, kecermatan, ketangkasan, tanggung jawab dan lain – lain. Prinsip 5 M yang diperkenalkan oleh Daeng Soetigna yaitu Mudah, Murah, Mendidik, Menarik dan Masal yang kemudian ditambahkan Meriah oleh Udjo Ngalagena, menjadikan alat musik ini banyak digemari terutama di mancanegara. Kecintaan Udjo terhadap kesenian sunda agaknya ingin ditularkan pada anak anak dilingkungan sekitarnya. Pemain yang sebagian besar adalah anak anak dari kampung sekitar Saung biasanya datang pada sore hari untuk bermain bersama temannya dengan bermain angklung. Mereka mendapat pelatihan angklung dan kesenian sunda lainnya tanpa perlu mengeluarkan biaya sepeserpun, bahkan bila mengikuti pertunjukan mendapat honor bermain. Anak anak yang menjadi pemain di pertunjukan bambu petang tidak terlihat tegang atau merasa terpaksa, mereka bermain dengan lepas dan tanpa beban. Perasaan gembira yang timbul menunjukkan bahwa itu adalah bukan sekadar pertunjukan tetapi merupakan sarana untuk bermain dengan teman-temannya. Pengunjung seperti disuguhkan kegiatan bermain anak-anak yang spontan tanpa ada aturan harus begini
atau begitu. Terkadang gelak tawa terdengar dari pengunjung yang melihat kepolosan seorang anak bermain.
Anak – anak menunggu giliran tampil Lingkungan sekitar merupakan pendukung akan maju dan berkembangnya
Saung Angklung Udjo, tetangga pengrajin alat musik dan anak anak SD hingga SMA sebagai pemain dalam pertunjukan merupakan faktor pendukung yang tidak dapat dihilangkan.

Fasilitas yang terdapat di Saung Angklung antara lain “Paseban” yang digunakan sebagai tempat pertunjukan dan latihan kesenian budaya Sunda mampu menampung 500 pengunjung, Tepas atau halaman belakang yang dapat digunakan
sebagai tempat bermain atau sarapan pagi, tempat penjualan souvenir bahkan bagi tamu yang berminat untuk menginap disediakan Guest house. Tamu yang datang tidak perlu takut tidak mendapat tempat parkir, pelataran parkir yang luas dapat menampung hingga 15 bus pariwisata.
Sekilas Angklung
Angklung adalah alat musik bambu yang terbuat dari dua tabung bambu yang dikaitkan pada rangka, tabung ini berbeda satu kecil dan yang lain lebih besar. Kedua tabung ini akan menghasilkan bunyi dengan menggoyangkan rangkanya sehingga badan tabung beradu dengan rangkanya. Terdapat beberapa nada / laras yang bisa dihasilkan dari alat musik angklung yaitu Pelog, Salendro, Pentatonis dan Diatonis. Laras ini dibentuk pada saat pembuatan tabungnya, penyeteman atau penyesuaian nadalah yang menentukan nada tiap angklung. Salendro dan Pelog merupakan laras yang banyak digunakan dalam musik tradisional sunda. Pentatonis memiliki nada terbatas Da Mi Na Ti La Da dan Diatonis yang diperkenalkan oleh Daeng Soetigna pada tahun 1938 memiliki nada yang lebih umum dikenal yaitu Do Re Mi Fa So La Si Do .
Penggunaan alat musik ini pada awalnya adalah digunakan untuk upacara yang berhubungan dengan padi dengan tujuan menghormati Nyai Sri Pohaci – Dewi Padi pemberi kehidupan (hirup-hurip), yaitu mulai dari menanam padi di huma
(ladang), ngubaran pare (mengobati padi) sekitar tiga bulan dari sejak ditanamnya padi (Baduy / Kanekes), setelah panen seluruh masyarakat mengadakan acara Serah Taun atau Seren Taun di pusat kampung adat (Banten Kidul), melak pare (menanam padi), ngunjal pare (mengangkut padi), dan ngadiukeun (menempatkan) ke leuit (lumbung) (Cipining- Cigedug – Bogor). Sesuai dengan perkembangan kesenian angklung digunakan untuk hiburan dan penyebaran agama Islam.

Program program / kegiatan SAUNG ANGKLUNG UDJO
Bamboo Petang
Bambu petang merupakan kemasan kemasan dari seni pertunjukan kesenian Sunda, khusus dirancang untuk keperluan turis mancanegara yang memiliki kesempatan/waktu yang singkat. Pada umumnya upacara tradisional memakan waktu
yang panjang dengan aturan yang ketat, tidak sesuai dengan kesempatan yang dimiliki para turis asing. Dengan mempertimbangkan kegiatan para turis yang mengunjungi tempat wisata Gunung Tangkuban Perahu dari pagi hingga pukul 14.30 maka Saung Udjo mengemas program yang padat dan berisi, yaitu pertunjukan rutin yang tiap hari
dilaksanakan mulai pukul 15.30 hingga 16.30.
Peralatan musik yang digunakan dalam pertunjukan, sebagian mernggunakan bambu mungkin karena hal ini nama bambu petang digunakan. Bambu relatif ditemukan dibanyak daerah di Indonesia. Sebagian masyarakat memanfaatkan bambu sebagai bagian dari kebutuhan hidupnya, terutama didaerah pedesaan. Bambu dimanfaatkan sebagai bilik/dinding, lantai kamar, peralatan dapur dan lain – lain. Bahkan bambu muda/ rebung digunakan sebagai bahan makanan. Pertunjukan dimulai dengan alunan musik gamelan yang merdu dan harmonis. Pembawa acara memperkenalkan nama nama alat musik yang digunakan untuk pertunjukan gamelan. Berikut adalah rangkaian acara yang disuguhkan dalam bambu
petang.

Demonstrasi Wayang Golek
Pertunjukan wayang golek ini hanya bersifat demonstrasi, pada pertunjukansesungguhnya dapat menghabiskan waktu lebih dari 7 jam sehingga tidak mungkin menampilkannya dengan kesempatan waktu turis mancanegara yang
terbatas. Demonstrasi hanya menampilkan bagaimana wayang golek berbicara, menari dan berkelahi di pertempuran. Selain itu ketika layar dibuka terlihatkan bagaimana dalang memainkan wayang dibalik layar, dengan ujung jempol
kakinya terikat pada kecrek, sibuk menghasilkan suara setiapkali adegan wayang bergerak dinamis.
Dijelaskan bahwa tiap tiap individu wayang mewakilkan gambaran kehidupan manusia, ada yang memiliki sifat baik dan juga jahat. Dalam pertunjukan sebenarnya, secara prinsip selalu membawa pesan moral, agar kita berbuat baik
pada sesama dan taat pada Pencipta. Siapapun yang berbuat baik akan menuai kebahagiaan dan barangsiapa yang berbuat kejahatan akan merasakan akibatnya.

Khitanan / Helaran
Dahulu di pedesaan ada sebuah tradisi untuk memberikan suatu hiburan bagi anak laki-laki yang hendak dikhitan, sehingga anak tersebut terhibur. Dalam pertunjukan ini, anak yang dikhitan diarak keliling kampung dengan duduk di
kursi khusus / jampana yang diangkat oleh 2 orang. Sementara itu teman-teman memberikan hiburan dengan menyanyi dan menari diringi dengan angklung tradisional, berlaraskan Salendro.

Arumba
Arumba adalah alat musik bambu yang diciptakan dan dimainkan dalam format band, namun tetap dapat menghasilkan nada-nada harmonis dan dinamis. Arumba baru muncul pada tahun 1970-an. Arumba sendiri merupakan singkatan
dari Alunan RUMpun Bambu.

Tari Topeng
Tari yang disajikan adalah cuplikan dari pola-pola tarian klasik Topeng Kandaga. Tarian ini dibawakan oleh 3 anak perempuan. Tarian ini terbagi atas dua babak : Babak pertama (tanpa topeng), menceritakan Layang Kumintir,
pembawa berita untuk Ratu Kencana Ungu dari Majapahit, yang sedang menyelidiki keadaan di kerajaan Blambangan. Babak kedua (memakai topeng), Layang Kumintir menyamar menjadi seorang pria gagah perkasa untuk melawan
Raja Menak Djinggo dari Blambangan

Angklung Mini
Angklung yang berukuran mini ini bukan sekedar pajangan, tetapi juga dapat dimainkan dengan lagu lagu yang sederhana. Beberapa lagu anak-anak yang cukup populer di banyak negara, termasuk di Indonesia dinyanyikan bersama
pengunjung (Melati Kenanga dalam berbagai bahasa, The Song of Do Re Mi, Burung Kakatua).
Angklung yang berukuran mini
Angklung Padaeng
Angklung Padaeng adalah angklung yang berlaraskan Do-re-mi. Awalnya angklung yang asli kurang dikenal orang, tidak berlaras dan dipergunakan sebagai alat musik ritmis saja, namun setelah Bapak Daeng Soetigna (Alm) memodifikasi dalam laras Do-re-mi pada tahun 1938 angklung dapat digunakan untuk bermain lagu lagu nasional dan lagu asing. Dalam perkembangannya, angklung mulai dikenal secara luas oleh masyarakat, sebagai alat musik yang terbuat dari bambu.

Bermain Angklung Bersama
Angklung memiliki dua tabung, yang besar dan yang kecil. Yang besar harus diletakkan di sebelah kanan, sedangkan yang kecil disebelah kiri. Pegang angklung pada bagian tengahnya dengan tangan kiri. Tangan kanan memegang sebelah bawah angklung, goyangkan angklung maka akan terdengar suara yang merdu dari dua tabung angklung. Terdapat beberapa metode yang digunakan untuk memainkan angklung secara masal. Hand sign dan membaca Angka-angka dilayar adalah metode yang mudah dimengerti. Tiap pegunjung diberikan masing masing satu buah angklung yang memiliki angka angka tertentu dari 1 hingga 8, tiap angka memiliki hand sign tersendiri. Dirigen akan membawakan lagu dengan menggerakkan tangannya yang memiliki arti angka angka dan terbentuk sebuah lagu, pengunjung tinggal mengikuti hand sign dari dirigen.

Hand sign dari dirigen

Pagelaran Angklung Khusus
Angklung yang dibuat oleh Bapak Daeng Soetigna disambut baik sekali oleh kalangan akademis sebagai alat pembantu pendidikan khusus. Angklung memiliki sifat 5M Mudah, Murah, Mendidik Menarik dan Masal. Keistimewaan angklung memang alat musik yang sangat menarik dibawakan masal (minimal 35 orang), namun disisi lain permainan angklung yang baik akan tercipta bila diantara pemain terdapat kekompakan. Terkadang cukup sulit untuk menjaga kekompakan.
Penutup
Pada akhir acara, Saung udjo akan mengajak pengunjung untuk bergembira dan menari bersama. Selain pertunjukan bambu petang yang diadakan rutin setiap hari Saung angklung juga memenuhi undangan yang diadakan diluar saung, baik itu di dalam diluar kota Bandung bahkan diluar negeri. Caruban budaya sunda merupakan program kerjasama dengan Badan Penyelenggara Apresiasi Seni untuk Sekolah Dasar, yang bertujuan untuk mengenalkan kesenian dari sejak dini kepada siswa sd se-Kota Bandung. Program Beasiswa Kebudayaan South West Pacific Dialogue (SWPD) dalam kerjasama dengan ASEAN yang diprakarsai oleh Departemen Luar Negeri. Suatu proses pengenalan, pengembangan, inovasi seni dan budaya, yang diharapkan terjadi melalui proses akulturasi budaya-budaya yang berbeda. Produksi instrumen angklung dilakukan untuk keperluan intern pertunjukan dan penjualan. Produk alat musik bambu tradisional seperti angklung, arumba, calung dibuat dan dijual kepada pembeli. Saung angklung membuat kebijakan untuk menstimulan perekonomian masyarakat setempat dengan menerapkan pola kemitraan. Saung Angklung memberikan pesanan pembuatan alat musik bambu dan menyediakan materi pendukung, bahan baku, pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk baik dari suara artistiknya hingga pemberantasan hama yang menyerang bambu.
Tingkat penjualan produk alat musik bambu sendiri cukup tinggi, terbukti dengan tingginya intensitas dan kuantitas pesanan yang diterima baik dalam maupun luar negeri. Apalagi mengingat alat musik angklung memiliki berbagai keunikan, yaitu memiliki fungsi pedagogik sebagai salah satu media yang dapat membangun karakter pelakunya. Sehingga pesanan banyak yang berasal dari institusi – institusi pendidikan. Saat ini Saung Udjo telah memikirkan untuk masa yang akan datang. Harapannya adalaha menjadikan Saung Angklung Udjo sebagai temapt wisata yang tidak saja dinikmati kalangan tertentu tetapi juga dapat dikenal sebagai sebuah tempat wisata keluarga yang edukatif, atau sebagai sebuah tempat wisata yagn tidak hanya menampilkan pertunjukan musik bambu saja tapi seni dan budaya masyarakat sunda
lainnya. Sebuah tempat wisata yang merupakan replika dari suatu perkampungan sunda tempo dulu, sehingga akan terbentuk suatu pengembangan konsep yang dinamakan : Kampoeng Soenda.
(Kharistya Amaru)

About these ads

25 thoughts on “SAUNG ANGKLUNG UDJO

  1. k a da lagu saung angklung ujo bebrbnetk mp3
    ?

  2. Memang lagu denganjudul apa? selain artikel mengenai deskripsi dan foto-foto, sy tidak punya hal lain seperti mp3 atau video.

  3. bagaimana caranya me download mp3 musik angklung

  4. Sebenarnya saya tidak punya mp3. Tapi berhubung sampe dua orang yang nanya dimana bisa download mp3, akhirnya saya cari juga. Kebetulan banget, sekarang Saung Udjo dah punya website. MP3 bisa didownload di

    http://angklung-daeng.com/?page=archives&detail=audio

    selamat menikmati.

  5. Kharistya..saya minta izin memuat blognya pada thesis saya..saya berencana membuat thesis tentang Corporate Social Responsibility Studi Kasus Saung Angklung Udjo..Saya prihatin karena disbudpar kurang cekatan, masa angklung bisa dipatenkan oleh malaysia (liat good morning trans tv), selain itu saya ingin menjadikan Saung Angklung Udjo sebagai percontohan pariwisata bagi yang lain..Salam kenal kalo ada friendster boleh add saya di : broer_abby@yahoo.com

  6. Saya merasa terhormat sekali bapak abimanyu hendak memasukkan tulisan saya kedalam tesis bapa. Memang benar Saung angklung Udjo bagus sekali untuk suatu tujuan wisata, dan klo bisa bisa menjadi percontohan bagi daerah2 lain di Indonesia.

    Budaya Indonesia sangat banyak dan kaya akan nilai, sayang sekali bila yang banyak itu menjadi pengakuan negara tetangga. Semoga dengan berjalannya waktu, dan mudah2an dapat dipercepat dengan penelitian bapak, budaya bangsa kita dapat menjadi tuan rumah di rumahnya sendiri dan dapat mensejahterakan lingkungan di sekitarnya.

    Dan Semoga Tesisnya lancar pak…

  7. Makasih dah mampir. Wow.. blognya serius ya

  8. aduh seneng banget aku dah melihat pertunjukan nya pa udjo dan teman2 di kbri ottawa bagus banget.sukses ya.

  9. Saya pernah ke sana. Memang mengasyikkan!

  10. wah…..
    kalo semua music2 yang ngetren di adain instrumennya pake angklung aja kayae lebih enak didenger euy….

    sambil ngeteh or ngopi baca koran….

    terinspirasi gara2 nonton Indonesia Channel 2008
    di taman budaya yougya

    moga semua di ada bentuknya di mp3

    amiennnn….

  11. aku udah download cemuana…..

    semoga besok diupload lagi ya….

    untuk lagu…lagu…

    yang laen….

    kalo bisa lagu2 band..band… juga bisa….

    budaya indonesia, dari nenek moyang jangan ditinggal kan
    tapi patut kita kembangkan

    dan kita lestarikan

  12. kalo mw ikutan sanggar angklung udjo gmna caranya????

    pengen bisa maen angklung uys,,

  13. Ass. Wr. Wb. Hoyong ka Saung Mang Udjo, kumaha kedah masihan wartos heula, atanapi langsung wae dongkap ka Padasuka Bandung.

  14. Sy mw tanya …
    Bgmn cara jd seorang instruktur angklung…
    Gmn teknik memberi aba2 pd pemain…
    sy blm mengerti ..
    Tolong blz di dauze_mf@yahoo.co.id
    Trims

  15. Infonya berguna sekali. Saya ‘contek’ untuk murid2 saya ya. Mereka harus merangkum materi tentang angklung jadi satu tulisan pendek. Kapan-kapan, biar mereka berkunjung ke blog ini juga. Arigatou M(_ _)m

  16. izin copaste buat tugas. link ‘na di post ko d ref. mksh

  17. Saya mau mengajak anak2 murid saya berkunjung ke SAU,kami berdomisili di Tangerang. Tapi ketiga nomer telp Marketingnya tidak ada yang merespon.
    Saya mau tanya apakah harga Program Pendidikan setengah hari masih sama atau ada kenaikkan.Terima kasih.
    Mohon balasan.

  18. mh…artikel bagus, meskipun agak menyangsikan blog ini murni written by Kharistya…saya pernah menjadi karyawan di manajemen SAU..tulisan ini pun rasanya sering saya baca…

    agaknya kalo memang buakn tulisan pribadi atau ada bagian2 yang mengutip, lebih baik disampaikan sumbernya!!! agar tidak plagiat!!

    info lebih jelas dan terbaru serta tidak sok tahu…lebih baik lsg ke web dan FB nya Saung Angklung Udjo (bukang saung Anklung mang udjo, Saung Mang Udjo, dll)

    • Terimakasih atas tanggapan dari Pak Fajar.

      Memang benar ini bukan murni tulisan saya, saat saya menulis ini saya juga mengumpulkan dari berbagai tulisan lain selain dari kunjungan langsung ke SAU, mewawancarai dan menyaksikan sendiri kegiatan didalamnya. Berhubung pihak dari SAU hanya memberikan sekedar informasi dan sedikit wawancara. Mungkin karena pihak SAU terlalu sibuk atau bagaimana sehingga saya tidak mempunyai kesempatan lebih banyak untuk mewawancarai. Adapun yang saya rasa cukup membantu adalah informasi dari buku tentang Mang Udjo dan SAU yg diberi pinjam oleh pihak SAU, saya lupa apa judul buku, pengarang dan penerbitnya. Dan kalo tidak salah tidak ada informasi mengenainya, entah covernya sudah rusak atau bagaimana. Mohon maaf kalo saya banyak mengutip dan tidak mencantumkan sumbernya. Saya pikir kalo bersifat komersial dan ilmiah sangat penting untuk menyebut sumbernya, tapi klo hanya sekedar di blog – ini hanya sekedar latihan menulis saja bagi saya pribadi dan tempat berbagi.

      Dulu belum banyak tulisan mengenai SAU di internet, saya menulis dan menerbitkan di blog ini hanya ingin berbagi dengan para pengguna internet dan turut melestarikan sejarahnya. Mungkin baru2 ini saja ada informasi lengkap mengenainya, dan saran anda sangat bagus sekali lebih baik langsung mengunjungi website SAU sendiri untuk mencari langsung mengenai sejarah atau kegiatannya, atau anda memiliki artikel yang murni dari anda sendiri ??? silahkan sharing saja di internet.

  19. kerem-kerem!!!!!!!

  20. angklung udjo keren bgt..
    pgn ngdownload mp3nya dmn ya???

  21. Saya punya beberap link download mp3 angklung yang sudah banyak beredar diinternet, silahkan klik disini :

    http://kangjavas.wordpress.com/2010/01/30/download-mp3-angklung/

    Namun saran terbaik menurut saya, silahkan beli CD Aslinya, yang bisa sobat beli di Saung Angklung Udjo (sekaligus berwisata edukasi & budaya), sebagai salah satu upaya memberdayakan potensi positif budaya bangsa, khususnya budaya Sunda. Gema Dunia dengan Gema Angklung !

  22. Saya perwakilan dari SMA/SMK PGRI Karangampel berniat untuk study tour ke Saung Angklung Udjo (SAU), bagai mana cara berkunjung ke Saung Angklung Udjo ??

    Terimakasih.

  23. kog g bisa masuk link buat download mp3-nya.
    ada yang bisa membantu?

  24. anklung udjo keseniain budaya indonesia dari alat musik sunda,memeng cukup bagus banget ngeliat adik adik kita yang sedang menari nari sambil membawa angklung. gendang dll.musik yang dimain kan cukup bagus dari lagu sunda,barat terbaru 2011,dan sampe lagu indonesia terbaru 2011.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.382 pengikut lainnya.