Archive for Februari 2008
SAUNG ANGKLUNG UDJO
Tulisan ini dibuat tahun 2006, saat teman ku meminta deskripsi mengenai saung
angklung udjo, untuk keperluan majalah kartun Indonesia. Tapi entah kenapa tidak
jadi terbit, dan daripada mubazir mendingan dipublikasikan di blog ini.
Udjo Ngalagena (Alm)
Dilahirkan dari keluarga sederhana yang sangat perhatian pada masalah
pendidikan anak anaknya, dengan nama Udjo. Ayahnya Mas Wiranta seorang yg
pandai lagu2 sunda / mamaos agaknya sangat berperan besar akan ketertarikan udjo
pada kesenian sunda. Perkenalan dengan musik angklung dimulai sejak umur 4 tahun.
Lingkungan Udjo kecil saat itu memang masih kental dengan kebudayaan Sunda,
angklung kerap kali digunakan sebagai pengantar upacara arak-arakan padi, acara
pembuatan jembatan, sunatan dan lain lain. Saat itu kesenian tradisional pada
umumnya berkaitan dengan kepentingan dari masyarakat pendukungnya. Kepentingan
ini bersifat ritual komunal, biasanya berkaitan dengan upacara kesuburan dan upacara
inisiasi. Adapun upacara yang berkaitan dengan kesuburan seperti : Mapag Sri,
ngareureus pare/ turun binih, ngidepkeun, bersih desa, dan upacara inisiasi seperti :
Marhaban, khitanan, ruwatan.





